H. Johan Rosihan selaku Anggota Komisi IV DPR RI meminta pemerintah untuk lebih serius mewujudkan peternakan kerbau yang unggul dan sehat di Pulau Sumbawa melalui dukungan lingkungan yang kondusif. 

Untuk melaksanakan hal tersebut, Johan meminta pemerintah segera membuat UPT Kerbau di Sumbawa demi pemeliharaan bibit kerbau unggul serta melakukan pemuliaan, produksi bibit kerbau unggul serta pemasarannya. 

Hal tersebut diungkapkan Johan pada saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama jajaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan pada Hari Rabu Tanggal 1 Juli 2020 di Gedung DPR RI.

Johan menjelaskan bahwa pemerintah harus memprioritaskan pemeliharaan kerbau sumbawa yang merupakan salah satu rumpun kerbau lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Sumbawa dan telah dibudidayakan secara turun temurun. Kerbau Sumbawa merupakan kekayaan ternak asli indonesia yang perlu dikembangkan dan dilestarikan, urai Johan.

Politikus PKS ini menyebutkan bahwa saat ini Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) selalu menurun dan memiliki tren negatif. Johan mencontohkan NTP Peternakan pada Februari 2020 tercatat 98,23 kemudian turun menjadi 98,12 pada Maret 2020 kemudian saat ini turun drastis menjadi hanya 96,40.

Dari sini kita bisa melihat bahwa peternak semakin mengalami kerugian dan pemerintah harus hadir membantu peternak rakyat untuk lebih sejahtera, kata Johan.

Legislator dari Pulau Sumbawa ini juga meminta pemerintah melakukan pengembangan khusus untuk kerbau sumbawa dengan meningkatkan target akseptor lebih dari 10.000 kerbau dan menjadikan Pulau Sumbawa sebagai kawasan prioritas utama untuk pengembangan kerbau, tutur Johan.

Wakil rakyat dari Dapil NTB 1 ini menegaskan agar pemerintah menghentikan kebijakan impor kerbau dan fokus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dengan cara meningkatkan NTPT mencapai 107,72 dan pengembangan populasi kerbau mencapai 1,19 juta ekor pada tahun 2020 ini, papar Johan.

Johan berharap dengan segera dibentuknya UPT Kerbau di Sumbawa akan memudahkan pencapaian target akseptor kerbau mencapai lebih dari 10.000 ekor serta target kelahiran kerbau di Sumbawa sebanyak 270.450 ekor dan juga melakukan pengembangan kerbau Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan daging nasional pada tahun 2020 ini, tutup Johan.